Showing posts with label GP Ansor. Show all posts
Showing posts with label GP Ansor. Show all posts

Thursday, August 30, 2018

GP ANSOR AJAK PEMUDA KOTAMOBAGU UNTUK "BERTENGKAR"

0 comments

Sebuah kesempatan Khusus untuk Pemuda Kotamobagu sebab jarang GP Ansor mengajak Orang untuk bertengkar apalagi mengajak pemudanya. Tapi perlu digaris bawahi, Bertengkar disini maksudnya adalah Bertengkar Ide dan Gagasan, bukan Bertengkar secara fisik (Hehe). GP Ansor Kotamobagu adalah sebuah Organisasi Kepemudaan yang berafiliasi dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU)  yang mempunyai tugas untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengembangkan ajaran Ahlusunnah wal Jama'ah An-nahdliyah yang Moderat, Seimbang dan Tegak lurus. 

Untuk itu dalam menjalankan tugas ini, GP Ansor Kotamobagu mengajak kepada seluruh Pemuda Kotamobagu yang mempunyai visi dan misi yang sejalan untuk "Bertengkar" secara ide dan Gagasan dengan bergabung bersama kami GP Ansor Kotamobagu. adapun syaratnya adalah :
1. Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa
2. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia
3. Berusia min. 20 Tahun, Maksimal yang penting masih punya semangat untuk berjuang bersama.
4. Menyetujui Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga GP. Ansor
5. Sanggup mentaati dan melaksanakan semua keputusan dan Peraturan Organisasi.

Jika anda Pemuda yang mempunyai keberanian untuk bergabung dan berjuang bersama maka GP. Ansor Kotamobagu dalam waktu dekat ini akan membuka Pendidikan dan Pelatihan Dasar yang akan dilaksanakan pada Tanggal 7-9 September 2018, Bertempat di Madrasah Al-Hikmah Mogutat Desa Poyowa Besar, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Jangan sampai tidak gabung karena ini adalah peluang emas bagi kita semua. Kita bersahabat, Menjadi keluarga dan menimbah Ilmu bersama.

Mari kita bertengkar Ide dan Gagasan, 
Dzikir, Fikir dan Amal Sholeh.
Read more...

Saturday, March 24, 2018

KEBIASAAN MENCIUM PEMUDA ANSOR

0 comments

 kebiasaan mencium kader ansor

Salah satu budaya yang akrab di kalangan orang Nahdlatul Ulama (NU) dan sering dipraktekan oleh Santri termasuk Pemuda Ansor adalah mencium tangan orang yang dihormati. Bisa dilakukan oleh anak kepada orang tua, murid kepada guru, santri kepada kiainya atau habib, yang muda kepada yang lebih tua, dan sebagainya. Mencium tangan tersebut sebagai tanda penghormatan dan cinta kepada mereka.
Dalam sebuah hadist dijelaskan: “Dari Zari’ RA: ketika beliau menjadi salah satu delegasi suku ‘Abdil Qais- beliau berkata,”Kemudian kami bersegera turun dari kendaraan kita, lalu kami mengecup tangan dan kaki Nabi Muhammad SAW.” (Sunan Abi Dawud/4548).
Atas dasar hadist ini, para ulama mensunahkan mencium tangan guru, ulama, orang shalih serta orang-orang yang kita hormati.
Kata Imam Nawawi dalam salah satu kitab karangannya: “ Disunnahkan mencium tangan orang-orang shalih dan ulama yang utama. Namun mencium tangan selain orang-orang itu hukumnya makruh.” (Fatwa al-Imam al Nawawi, 79).
Di kalangan pesantren, seorang santri mencium tangan kiai adalah hal yang sangat lumrah, bahkan dianjurkan.
Namun demikian, perlu dicatat bahwa mencium tangan seorang kiai tidaklah bermaksud mengkultuskannya, namun sekedar karena menghormati kealiman, kezuhudan, dan kewara’annya. Sama halnya tatakala seorang anak mencium tangan kedua orang tuanya sebagai tanda bakti dan rasa hormat.
Pada umummnya bagian yang dicium adalah sisi luar (punggung) tangan. Namun bagi mereka yang lebih fanatik akan mencium dua sisi, yaitu sisi luar dan dalam. Caranya dengan di balik. Setelah luar baru kemudian sisi dalam.
Setelah mencium tangan, tanda sikap hormat biasanya dilanjutkan dalam cara berkomunikasi. Ungkapan disampaikan dengan bahasa halus dan sopan. Mereka yang berpoisisi lebih rendah menggunakan bahasa kromo inggil (bahasa paling sopan dalam tradisi Jawa) dan bersuara lebih rendah kepada mereka yang lebih tinggi. Mereka juga menjatuhkan pandangan (tidak metap mata secara langsug) saat bicara. Semua itu dalam rangka penghormatan dan tabarukan (mengharap berkah terhadap  mereka yang dihormati).
Namun kadang ada juga kiai yang  saat berjabat tangan langsung ditarik dengan cepat. Maknannya, ia tidak mau tangannya dicium orang lain karena merasa belum layak. Disinilah akan terlihat ketawadlu’an kiai. Meski orang lain sudah memandang layak dan perlu dihormati namun malah merasa belum layak dihormati.
Nabi mencium tangan tukang batu
Berkaitan dengan tradisi cium tangan, pernah terdapat satu kisah pada masa Rasulullah SAW yang mencium tangan seorang tukang batu.
Diriwayatkan pada saat itu Rasulullah SAW baru tiba dari Tabuk, peperangan dengan bangsa Romawi yang kerap menebar ancaman pada kaum muslimin. Banyak sahabat yang ikut beserta Nabi dalam peperangan ini. Tidak ada yang tertinggal kecuali orang-orang yang berhalangan dan adaudzur.
Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.
Sang Manusia Agung itupun bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?”
Si tukang batu menjawab, “Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya. Karena itulah tangan saya kasar.”
Rasulullah adalah manusia paling mulia, tetapi orang yang paling mulia tersebut begitu melihat tangan si tukang batu yang kasar karena mencari nafkah yang halal, Rasulpun menggenggam tangan itu dan menciumnya seraya bersabda,
“Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada”, ‘inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya’. (DP dari sumber nulampung.or.id)
Read more...

Thursday, March 8, 2018

ANSOR KOTAMOBAGU ULTIMATUM KADIR RUMOROY

0 comments

 ANSOR KOTAMOBAGU ULTIMATUM KADIR RUMOROY


Jarimu harimaumu, mungkin itu pepatah yang cocok disematkan kepada Kadir Rumoroy salah satu Aleg Kotamobagu dari Partai Keadilan Sejahtera . Bagaimana tidak karena ulahnya membagikan sebuah postingan video yang telah melalui proses pengeditan di akun Facebooknya yang dimana video tersebut terindikasi mengandung hinaan, fitnah, dan berita bohong (Hoax) yang ditujukan kepada KH. Said Aqil Siradj (Ketum PBNU), Aleg yang sering disapa abah Arul ini pun kini berhadapan dengan Gerakan Pemuda Ansor yang tidak lain adalah Badan otonom dari Nahdlatul Ulama.

Didalam video yang berdurasi kurang lebih 2 menit tersebut, memperlihatkan bagaimana Kyai Said sedang memberikan Tausiyah dihadapan Nahdliyin saat Harlah NU ke-94 di Jepara. Dalam kesempatan itu, Ketum PBNU mengkritik orang-orang islam yang cenderung menjadikan agama jadi budaya. Harusnya, menurut Kyai Said budaya adalah pelengkap orang islam dalam beragama.

Sebagaimana dikutip dari situs Muslimoderat.net, didepan puluhan ribu Nahdliyin Kyai Said berkata “Kalau budaya kita sekarang, agamanya dijadikan infrastruktur, budayanya diatas, “ngko bakale nganggo gamis (nanti pakaiannya gamis) budayane wong arab. Kalau kita tidak. Nganggone batik, sarung, Kanggo Sholat. Budaya seharusnya untuk agama. Justru sekarang sebaliknya Agama jadi budaya. Menggunakan gamis seperti kanjeng nabi tapi Demonstrasi. Tambah Kyai said, Inilah yang saya maksudkan dengan Islam Nusantara, Islam yang menghormati budaya. Bukan saja menghormati, bahkan melestarikan budaya, jika budaya kita kuat, maka kita bangun agama jadi lebih kuat.

Pernyataan diatas menurut Kyai Said dimaksudkan kepada mereka yang melakukan demonstrasi menggunakan gamis, meneriak kan takbir dengan penuh kesombongan, yang sebenarnya ini justru merusak citra islam itu sendiri. jika gamis adalah pakaian Rasulullah maka gunakan ia sebagai pelengkap keimananmu bukan untuk kedok memuluskan niat politis semata. Makanya lebih baik menggunakan batik tapi untuk beragama daripada gamis tapi untuk demonstrasi. Dan kyai Said mengetahui siapa yang menggerakkan para demonstran itu. Jadi jelaslah dalam video itu Kyai Said tidak menghina gamis seperti yang tertulis dalam penggalan video yang telah diedit itu. Justru Kyai Said menkritisi pembelokan maksud pemnggunaan gamis itu sendiri. Inilah maksud tersirat yang ingin disampaikan oleh KH. Said Aqil Siradj.

Namun sayang, maksud dari video itu tidak sampai kepada bung Kadir. Dengan ringan jari ia membagikan postingan yang justru telah jauh dari maksud penyampaian tausiyah Kyai Said. Anehnya, setelah ditegur oleh salah satu kader Ansor, beliau dengan cepat menghapus postingan itu dengan alasan Ukhuwah. Sampai kapan Label Islam digunakan untuk menyebarkan Kebohongan? Seorang Aleg tidak mungkin beliau tidak mengetahui kalau itu adalah video editan dan berisi konten hoax. Dengan tanpa tabayyun/klarifikasi beliau langsung membagikan postingan itu yang langsung ditanggapi oleh kalangan masyarakat.

Untuk itu, melalui tulisan ini, saya ingin memberitahukan bahwa Kader Ansor dari tingkatan Pusat, Wilayah dan Cabang, menuntut permintaan maaf secara resmi dari Kadir Rumoroy, berjanji dengan sepenuhnya untuk menggunakan media sosial dengan santun, dan jika dalam 1x24 jam tuntutan ini tidak di indahkan sama sekali, maka kami akan menempuh jalur hokum. Kami menyayangkan panutan masyarakat yang bermental hoax. Bukan menjadi produsen hoax namun pembantu penyebar hoax. GP Ansor mendukung Kotamobagu tanpa Hoax. (DP)

Read more...

Wednesday, March 7, 2018

INILAH 9 ALASAN KENAPA HARUS GABUNG GP ANSOR

0 comments


 9 ALASAN KENAPA HARUS GABUNG GP ANSOR

Sebenarnya Ada banyak alasan kenapa banyak  orang yang bergabung dengan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor). Namun kali ini admin hanya akan mengemukakan 9 alasan kenapa anak muda harus bergabung GP Ansor. Kenapa hanya 9 alasan? Karena ini melambangkan 9 bintang yang ada di Logo GP Ansor. Untuk lebih jelasnya, ikuti terus tulisan dibawah ini.

Pertama, Pemahaman  Ansor yang Sakti
Ahlusunnah wal Jama’ah an-nahdliyah merupakan paham yang menjadi dasar pemikiran dan gerakan dari GP Ansor. Paham Ahlusunnah wal Jama’ah telah terbukti berhasil mempersatukan Bangsa ini. Oleh karenanya, Paham Ahlusunnah wal jama’ah An-nahdliyah ini harus kita syukuri karena pemahamn inilah yang mampu memadukan dan mengombinasikan antara konsep nasionalisme dan agama. Hanya pola paham keagamaan Ahlusunnah wal jama’ah an-nahdliyah yang mampu mengantarkan Bangsa Indonesia menjadi agamis di satu sisi dan Nasionalis di sisi yang lain.

Kedua, Misi GP Ansor menjaga Keutuhan NKRI
Banyak kader Ansor yang beralasan bahwa salah satu alas annya bergabung dengan Ansor adalah karena misi Ansor yang jelas. Misi Ansor salah satunya adalah menjaga keutuhan Bangsa dan NKRI. Bahkan tidak main-main demi misi ini Pemuda Ansor rela syahid untuk Indonesia. Sejarah telah mencatat bagaimana Ansor berjuang melawan pasukan Inggris, melawan PKI, melawan DI/TII bahkan melawan HTI pada era modern ini. Keterpanggilan hati yang tulus dan ikhlas lah yang membimbing pemuda bergabung dengan GP Ansor. ANsor mampu membawa kemaslahatan untuk Bangsa ini.

Ketiga, Berkenalan dengan orang-orang baik
Sahabat merupakan orang-orang yang selalu ada disaat kita senang maupun susah, dan di GP Ansor kita bisa memiliki sahabat seperti ini. Sahabat di GP Ansor bisa menjadi kerabat kita, bisa juga menjadi guru kita. Didalam GP Ansor Sahabat yang baik adalah mereka yang menuntun kita ke arah yang baik serta orang yang sering berbagi ilmu dengan kita.

Keempat, Kaya Ilmu dan Pengalaman
Alasan ini tidak bisa disangsikan lagi. Bahwa ketika bertemu dengan sahabat dari berbagai latar belakang profesi dan bidang, akan terjadi sebuah proses yang disebut dengan transformasi pengetahuan. Seorang kader yang berlatar belakang guru misalnya bisa belajar menjadi pewarta dari seorang yang berlatar belakang profesi pers.

Kelima, Mengasah Kepekaan Sosial
kalau alasan yang satu ini, mesti dimiliki oleh semua kader. Mereka dididik untuk bersama dengan orang yang tidak sama. Dididik terbiasa dengan perbedaan pendapat. Dididik dengan konflik. Dididik dengan keanekaragaman pemikiran, sifat, tingkahlaku dan potensi. 

Keenam, Melatih kita bersikap Kritis
Di GP Ansor, selain kita dituntut peka, kita dilatih kritis untuk merespon kondisi sosial dan lingkungan sekitar. Nalar kritis ini takkan terwujud tanpa tahu jati diri kita sebenarnya. Dengan modal Prinsip Perjuangan yang ada di GP Ansor, dan juga beberapa materi yang menjadi pisau analisa  akan menjadikan kita cepat tanggap dalam merespon sesuatu. Nalar ini terbangun seiring dengan peran GP Ansor itu sendiri yang paling tidak ada karena dua hal: meningkatkan kualitas kader di satu sisi dan membuat merespon kondisi sosial disatu sisi menuju arah perubahan yang lebih baik lagi. 

Ketujuh, Melatih bersikap Toleran
Sikap toleran tidak pernah lepas dari Gerakan Pemuda Ansor. Toleran dalam hal ini adalah sikap untuk menghormati sesame manusia tanpa melihat latar belakang Agama, Suku dan Rask arena dimata GP Ansor semua kita sama, yakni sama-sama ciptaan Tuhan yang maha kuasa. Namun, yang perlu digaris bawahi adalah GP Ansor tidak akan toleran kepada mereka yang memperburuk citra Islam dan berkeinginan untuk merusak keutuhan dan persatuan NKRI.

Kedelapan, Untuk menyalurkan bakat dan Potensi diri
Ada juga kader yang beralasan bergabung di GP Ansor bisa menyalurkan bakat dan potensi kita. GP Ansor selain fokus pada gerakan agama dan sosial, juga fokus pada gerakan kepemudaannya. Di GP Ansor kader yang mempunyai bakat akan difasilitasi agar bakat dan potensi dirinya bisa berkembang. Misalnya, ada yang berbakat menjadi politisi, akademisi, penyanyi bahkan yang berbakat pada bidang Olahraga pasti akan difasilitasi oleh GP Ansor agar lebih maju dan berkembang bakatnya.

Kesembilan, Melatih kita menjadi pemimpin
Alasan terakhir kenapa harus bergabung dengan Ansor adalah GP Ansor selalu memberikan peluang bagi kita untuk melatih diri menjadi seorang pemimpin. Dengan semua sumberdaya yang ada, GP Ansor selalu menginginkan kadernya agar bisa berguna bagi diri sendiri, orang lain dan berguna bagi GP Ansor. Sehingga jika kader diberikan wewenang dan amanah, maka sekali-kali jangan melupakan GP Ansor.

Itulah 9 alasan kenapa kita para anak muda harus bergabung dengan GP Ansor. Ke – 9 alasan ini akan menjadi kunci kita dalam menghadapi masa depan. Organsasi mampu merubah cara pikir, cara pandang dan cara hidup kita keika kita serius, total, dan loyal serta serius dalam berporses untuk pengembangan diri. Hari gini belum gabung GP Ansor? Apa kata dunia. Ayo Gabung! (Menyongsong Diklat Terpadu Dasar GP Ansor Kotamobagu). (DP)

Read more...

Monday, March 5, 2018

TERNYATA PEMUDA ANSOR KOTAMOBAGU ADALAH PENGAMAL BID'AH

0 comments


 Pemuda Ansor Kotamobagu pengamal Bid'ah

Ternyata benar tuduhan selama ini, Pemuda Ansor Kotamobagu adalah para pelaku Bid’ah. Percaya atau tidak ikuti dan baca tulisan  ini yang akan menyadarkan kita semua. Pembaca yang budiman, Jangan lupa bacanya sambil ngopi ^^

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Tulisan ini akan dimulai dengan mengutip sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasai : Dari Jabir bin Abdullah ra, dari Nabi SAW beliau berkata dalam khutbahnya : "Sungguh sebaik-baik perkataan adalah Kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW, dan seburuk-buruk perkara adalah perkara-perkara yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan adalah sesat, setiap kesesatan membimbing orang ke Neraka." (Lihat Ahmad bin Syu'aib bin Ali khurasani, Sunan An-Nasai, Maktab Al-Mathbu'at Al-Islamiyah, Aleppo, cet. kedua, tahun 1986M/1406H). 

Dalam riwayat Nasa’i dan Baihaqi ada tambahan redaksi   وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار (dan setiap kesesatan tempatnya di neraka).  Abu Dawud dan Tirmidzi meriwayatkan hadis serupa: “Jauhilah perkara-perkara baru, sebab sesungguhnya setiap bid’ah itu sesat (HR. Abu Dawud No. 4607 Bâb luzûmis sunnah dan HR. Tirmidzi No. 2678 Bâb mâ jâ’a fil akhdzi bis sunnah wa-jtinâbil bida’i). Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis: “Man ahdatsa fi amrina hâdza mâ laysa minhu fa huwa raddun”  (Siapa saja yang mengadakan perkara baru yang tidak ada dasarnya, maka dia tertolak).
Oleh sebagian kalangan, rangkaian hadis ini dijadikan dalil untuk menyebut setiap perkara yang tidak dilakukan Rasulullah sebagai bid’ah. Khitab-nya bersifat ‘am, mutlak tanpa pengecualian. Artinya, setiap perkara baru itu bid’ah, tanpa kecuali. Setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka. Dasarnya adalah redaksi yang digunakan Nabi, “kullu” artinya setiap sesuatu, semuanya, tanpa kecuali. Hal-hal yang bersifat agama dan ritual yang dilakukan tanpa contoh Nabi berarti bid’ah. Deretan amaliah seperti muludantahlilanbarzanjian, majelis salawatan, haul, dll adalah munkar karena termasuk perkara baru tanpa preseden syar’i.  Benarkah demikian? Mari kita tinjau dari beberapa aspek.
secara etimologis, kata kullu di dalam bahasa Arab tidak selalu berarti ‘ammuthlaq (semua, tanpa kecuali). Kata kullu terkadang berarti‘am makhsûs(semua terkecuali). Di dalam al-Qur’an, kata kullusebagai‘am muthlaq, misalnya, disebutkan dalam ayat-ayat “Allâhu khâliqu kulli sya’in wa huwa ‘alâ kulli sya’in wakîl” (QS. al-Zumar/24: 62); “Kullu sya’in hâlikun illâ wajhah” (QS. Al-Qasas/28: 88); “Kullu nafsin dzâiqatul maut” (QS. Alu Imran/3:185). Di sini, kullu berarti semua. Sebaliknya, di dalam al-Qur’an, terdapat kata kullu, tetapi berarti sebagian (sebagian besar atau sebagian kecil) seperti dalam ayat “Wa ja’alnâ minal mâ’i kulla syain hay (QS. al-Anbiyâ’/17: 30): “Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup.” Faktanya, kita tahu, tidak semua makhluk Tuhan tercipta dan hidup dari air. Contohnya malaikat dan iblis, tercipta dari cahaya dan api.  Ada juga ayat “Innî wajadtum ra’atan tamlikuhum wa ûtiyat min kulli syai’in wa lahâ ‘arsyun adzîm (an-Naml/27: 23): “Sungguh kudapati seorang perempuan yang merajai mereka, dianugerahi segala sesuatu, dan baginya singgasana yang agung.” Faktanya, Ratu Balqis tidak dianugerahi kekuasaan terhadapkerajaan Sulaiman. Kesimpulan, kata “kullu” tidak selalu berarti semua tanpa kecuali (‘am muthlaq), tetapi juga berarti sebagian (’am makhsûs).
Kembali kepada teks hadis awal, “kullu bid’atin dlalâlahwa kullu dlalâlatin fin nâr” berarti tidak semua bid’ah sesat. Hanya yang sesat yang masuk neraka. Inilah mafhûm yang dinyatakan Imam Nawawi bahwa kulludalam hadis kullu bid’atin dlalâlah bukanlah ‘am muthlaq (semua tanpa kecuali), tetapi ‘am makhsus(semua terkecuali) (lihat Sahîh Muslim bi Syarh an-Nawâwî, Beirut: Dâr al-Tsaqâfah al-Islâmiyyah, 1930, Juz 6, hal. 154).
secara subtansial, perkara apakah di dalam teks hadis “Man ahdatsa fi amrina hâdza” yang dilarang untuk di-bid’ahi? Apakah semua perkara, semua hal yang tidak dilakukan Rasulullah atau tidak ada pada zamannya dihukumi bid’ah? Secara logika, pasti tidak mungkin. Rasulullah hidup dalam ruang dan waktu,yang berbeda kurun dan budayanya dengan kita. Jika semua yang tidak dilakukan Rasulullah disebut bid’ah, sebagian besar aktivitas manusia modern adalah bid’ah. Hal-hal baik, seperti dakwah melalui TV, radio, internet, aplikasi ponsel, alat pengeras suara imam shalat, semua adalah bid’ah. Perkara (amr, jamak umûr) di situ, menurut Ibn Hajar al-Asqalani, maksudnya adalah perkara agama (amrud dîn), berupa pokok-pokok hukum syara’, mencakup perintah dan larangan (Ibn Hajar al-Asqalani, Fathul Bâri, Beirut: Dâr Ihyâ’it Turâts al-Araby, 1977, Juz 7, hal. 231).
Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, beliau membuat polarisasi antara Bid’ah yang tercela menurut Syara’ dan Bid’ah yang tidak masuk kategori sesat (Hasanah).

Perhatikan Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkanm Shahih Bukhari sebagai berikut.

Artinya, “Ucapan Rasulullah SAW ‘Setiap bid‘ah itu sesat’ secara bahasa berbentuk umum, tapi maksudnya khusus seperti keterangan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, ‘Siapa saja yang mengada-ada di dalam urusan kami yang bukan bersumber darinya, maka tertolak’. Riwayat kuat menyebutkan Imam Syafi’i berkata, ‘Perkara yang diada-adakan terbagi dua. Pertama, perkara baru yang bertentangan dengan Al-Quran, Sunah Rasul, pandangan sahabat, atau kesepakatan ulama, ini yang dimaksud bid‘ah sesat. Kedua, perkara baru yang baik-baik tetapi tidak bertentangan dengan sumber-sumber hukum tersebut, adalah bid‘ah yang tidak tercela,’” (Lihat Al-Baihaqi dalam Al-Madkhal, Halaman 206). Imam Syafi’i dalam keterangan ini jelas membuat polarisasi antara bid‘ah yang tercela menurut syara’ dan bid‘ah yang tidak masuk kategori sesat. 

Sekarang apakah amaliyah Nahdlatul Ulama yang sering dilakukan oleh GP Ansor termasuk kedalam bid’ah yang sesat ataukah Bid’ah yang tidak tercela (Hasanah)? Tentu jika berdasarkan semua riwayat diatas penulis kira tidak ada yang sesat dari amalaiyah yang dilakukan oleh GP Ansor karena amaliyah NU yang dilakukan oleh GP Ansor adalah amaliyah baru yang baik dan tidak bertentangan dengan sumber-sumber hokum dalam Islam. Kesimpulannya adalah GP Ansor pengamal Bid’ah, tapi yang tidak tercela atau Hasanah. Jadi ini membantah mereka yang mengatakan bahwa Bid’ah Hasanah itu tidak ada. Dan untuk mereka yang menolak bid’ah hasanah ada baiknya hal ini dibicarakan baik-baik, duduk semeja, sambil ngopi, tapi ingat kita diskusi bukan pacaran ^^


Sumber referensi : Nu Online (diakses pada hari Senin, 5 Maret 2018, pukul 16.00 WITA)



Read more...

Saturday, March 3, 2018

DRUZ : KYAI, MAAFKAN AKU

0 comments


Ketika Druz memohonkan Maaf,

Tak berselang lama setelah tulisan  yang berjudul "Mengapa kau menghina Kyai, Druz?" di publikasikan, Idrus Latodjo yang menghina Kyai Said Aqil Siradj (Ketum PBNU) langsung menyampaikan permohonan maaf nya lewat akun resmi Facebook nya. Pada akun Facebook nya Druz menyampaikan permohonan maaf karena telah menghina Kyai Said. Druz memohon maaf atas tindakan penghinaannya yang dilakukan di grup Facebook Lintas Peristiwa Bolmut, sekali lagi dia menyampaikan permohonan maaf karena khilaf dan sudah mengonsumsi minuman keras. Permohonan maaf nya ditujukan kepada Kyai Said selaku ketua umum PBNU serta kepada GP Ansor dan Banser Sulawesi Utara.

GP Ansor adalah organisasi kepemudaan dibawa naungan Nahdlatul Ulama yang didirikan dengan tujuan untuk membentengi Aswaja an-nahdliyah, merawat keberagaman dan  mengawal keutuhan NKRI. Atas dasar inilah untuk mengawal keutuhan NKRI maka GP Ansor Sulawesi utara dengan hati terbuka menerima permintaan maaf saudara Idrus Latodjo (Druz). Sebab GP Ansor dan Banser meyakini keutuhan NKRI hanya bisa dijaga dan dirawat dengan Komunikasi yang baik serta saling menghormati antar sesama kita.

GP Ansor Sulawesi utara hanya menitipkan pesan kepada para penghina dan yang sedang berniat untuk menghina Kyai Nahdlatul Ulama, GP Ansor dan Banser bahwa kami sedang tidak bermain-main dengan kalian, kami serius untuk menindaki kalian, jalankanlah dakwah kalian dengan santun, beradab dan selalu mengedepankan nilai-nilai Islam, bukan dengan cara menghasut, mencaci, menghina apalagi sampai memfitnah. GP Ansor dan Banser akan selalu mengamalkan pesan Allah SWT dalam Q.S Al-baqarah ayat 193 :

"Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang Dzalim."
Read more...

MENGAPA KAU MENGHINA KYAI, DRUZ?

0 comments


Surat kecil untuk Idris Latodjo,

Hari ini seorang Druz membuat GP Ansor Sulawesi Utara geram. Bagaimana tidak? Kelakuannya di Media Sosial hari ini memperlihatkan sebuah kemundurannya dalam bersosial. Jarinya yang gatal dan hatinya yang diselimuti kebencian mengomentari kiriman sebuah akun yang membagikan berita Kyai Said Aqil Siradj (ketua Umum PBNU) dalam menanggapi kebusukan tim MCA. Dalam komentarnya Druz mengatakan (maaf) “Kyai Said Sampah”. Jujur dimata kami selaku kader penghinaan yang dilakukan oleh Druz memperlihatkan bagaimana kualitas dirinya.

DRUZ MENGHINA KYAI SAID

Melihat penghinaan ini membuat GP Ansor Sulawesi Utara bergerak cepat. Tim Cyber Ansor Sulawesi Utara langsung melacak keberadaan si penghina Kyai. Semua jaringan digunakan mulai dari Teknologi sampai pada jaringan orang-orang terdekat si penghina. Akhirnya tim cyber GP Ansor Sulawesi Utara berhasil menemukan alamat penghina, alamatnya di Daerah Bolaang Mongondow Utara, alamatnya di tempat tinggalnya sekarang Manado, dan Latar Belakangnya. Informasi ini membuat GP Ansor lebih mudah bergerak untuk menemui si Penghina Kyai.

 DRUZ MENGHINA KYAI SAID


Tidak lama waktu berselang, masuk sebuah postingan gambar di grup GP Ansor mengenai permohonan maafnya si Druz. Dalam postingan gambar itu ia menyampaikan permohonan maaf karena semalam dia berkomentar yang tidak sepatutnya kepada Kyai Said. Hal itu dia lakukan karena sudah dipengaruhi oleh minuman keras. Dia merasa bersalah karena perbuatannya yang didasari oleh sebuah kekhilafan. Namun bagi GP Ansor permohonan maaf ini belum lah resmi mengingat penghinaan yang telah dilakuakn oleh Druz kepada Kyai Said. Permohonan maaf yang dilakukan hanya dikomunikasikan dengan salah seorang kawannya di GP Ansor, dan dalam pesan itu dia menanyakan Bagaimana cara untuk minta maaf?. GP Ansor hanya akan menunggu dan menerima permohonan maaf secara resmi Druz, selemah-lemahnya iman sampaikan permohonan maaf resmi lewat akun Facebook mu, tapi jika kau menemui Pengurus GP Ansor Sulawesi Utara dan memohonkan maaf secara langsung, saya kira itu lebih manusiawi dan beradab.

Perlu diingat olehmu Druz, bagaimanapun kau menghina Kyai Said, tidak akan sekalipun menurunkan kemuliaannya dimata kami dan mata masyarakat Indonesia. Kau adalah orang yang kesekian yang berprestasi dalam hal menghina Kyai Said. Sebelum kau sudah banyak yang menghinanya, namun orang-orang sebelum mu itu memohonkan maafnya secara langsung. Mereka menunjukkan sebuah tanggungjawab sebagai seorang manusia. Mereka sadar dan malu Druz ketika menghina Kyai said mereka malu pada dirinya sendiri, malu pada masyarakat, malu pada orang-orang terdekat mereka, mengapa orang yang sekolah seperti tidak pernah sekolah? Seharusnya penghinaan itu tidak keluar dari mulut seorang yang berilmu. Semoga ini menjadi pelajaran bagimu Druz bahwa sebelum bertindak alangkah eloknya jika kita berpikir lebih dahulu. Ditunggu permohonan maaf secara resmi mu Druz, dan ingat jangan diulangi lagi.

Read more...

Friday, March 2, 2018

MENGUAK KEKEJAMAN GP ANSOR

0 comments
 MENGUAK KEKEJAMAN GP ANSOR

Tulisan kali ini penulis akan mengangkat judul mengenai kekejaman GP Ansor. Kejamkah GP Ansor? bagi mereka yang pernah berurusan dengan GP Ansor dan kalah dalam urusan itu serta bagi mereka yang mencoba mengganggu stabilitas dan kesatuan Negara ini mungkin akan mengatakan "GP Ansor memang kejam, tidak memberikan kesempatan bagi kami untuk ber-improvisasi menjalankan rencana kami untuk merusak keutuhan bangsa ini". Sejarah telah mencatat bagaimana kejamnya Ansor terhadap mereka yang ingin merusak keutuhan bangsa ini. Tanpa ampun GP Ansor membumi hanguskan dan mencabut orang-orang ini dari akarnya.

Sejarah mencatat 10 Oktober 1965 Ansor dan Banser terlibat perang dengan PKI, Tragedi berdarah Ansor dan Banser dalam menumpas PKI. Tepatnya di Malang, Ansor dan Banser menurunkan semua papan nama PKI beserta ormas-ormasnya. Hari itu juga, tokoh-tokoh PKI di daerah Turen mulai diserang oleh Ansor dan Banser. Diantara tokoh PKI yang terbunuh saat serangan itu adalah Suwoto, Bowo, dan Kasiadi. Kawan akrab Bowo yang bernama Palis karena takut dibunuh oleh Banser malah bunuh diri duluan di Pekunuran Desa Pagedangan.

11 Oktober 1965 Ansor dan Banser beserta Santri dari berbagai Pesantren di Tulungagung menyerang PKI di kawasan Pabrik Gula Mojopanggung. Kader Ansor dan banser yang saat itu baru berumur 13-16 tahun berhasil para jagoan PKI yang berjumlah 3.000 orang. Pada tanggal 12 Oktober 1965 sekitar 3.000 kader Ansor dan Banser mengadakan Apel siaga di alun-alun Kediri. setelah apel usai mereka bergerak menurunkan papan nama PKI beserta ormas-ormasnya di sepanjang jalan yang mereka lewati. Di Markasnya di Desa Burengan, PKI telah siaga dengan 5.000 anggotanya. Terjadi bentrokan berdarah dalam bentuk tawuran massal. Ansor dan Banser yang dipimpin oleh Bintoro, Ubaid dan Nur Rohim itu berhasil membunuh 100 orang PKI sedangkan di pihak Ansor dan Banser tidak ada korban jiwa sama sekali. 

Tidak hanya itu, pada tanggal 13 Oktober 1965, sekitar 10.000 orang PKI di Kecamatan Kepung, Kediri melakukan unjuk kekuatan apda pemakaman Sikat tokoh PKI yang tewas dalam peristiwa di Burengan. Mereka membalas dendam kepada dua orang santri dari pondok Kencong yang akan pulang ke desanya. kedua santri itu di cincang, dan dikubur hidup-hidup. Kematian dua orang santri yang masih remaja itu menyulut amarah Ansor dan Banser. tapi mereka belum berani masuk dan menyerang PKI di Desa Dermo, karena kedudukan PKI di daerah itu yang sangat kuat. Akhirnya Banser setempat meminta bantuan Banser dari Pondok Tebuireng, Jombang. Mereka masuk dengan menggunakan 5 Truk ke Desa itu. Truk mereka diberi tulisan BTI (Banser Tebuireng). PKI menyangka BTI yang ditulis itu adalah Barisan Tani Indonesia salah satu ormasnya PKI. walhasil bagaikan siasat "Sunyi senyap Menyerang", pertahanan PKI di Desa Dermo yang terkuatpun berhasil dihancurkan dari dalam. Terkahir dalam bulan November - Desember, diadakan Operasi pagar betis dimana Ansor dan Banser menurunkan 20.000 kadernya untuk menagkap dan manumpas PKI, saat itu personil Angkatan Darat hanya 21 Personil. Kejam sekali kau Ansor!  

Tahun 2017 GP Ansor dan Banser berhasil menghalangi dan menumpas salah satu pengosong Khilafah di Indonesia, ya benar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Organisasi ini berhasil ditumpas oleh GP Ansor dan Banser karena berniat dan sangat "ngotot' ingin mengusung Khilafah di Indonesia. Tapi penaklukan kali ini tidak lagi lewat tragedi berdarah, tapi dengan cara yang lebih elegan "Diplomasi". Sebagaimana penyampaian Gus Yaqut (Panglima tertinggi GP Ansor dan Banser) : Ansor tidak akan pernah berhenti menjaga Indonesia dari semua gerakan yang mengancam persatuan dan keberagaman Indonesia. Memecah belah umat beragama, merongrong NKRI, dan gerakan yang ingin Menegakkan Khilafah, akan berhadapan dengan GP Ansor.

Kita tidak perlu berkecil hati ketika dicibir, dihujat dan difitnah. Niat kita tulus, lurus dan baik. Kita hadapi mereka dengan santun, dengan cara tetap pada Niat awal menjaga Bangsa, Negara dan Agama. Itulah cara kita membalas fitnah mereka. (DP)
Read more...

Thursday, March 1, 2018

MASYARAKAT KOTAMOBAGU MENOLAK GP ANSOR

0 comments
 MASYARAKAT KOTAMOBAGU MENOLAK GP ANSOR


Tekad bulat GP Ansor untuk tetap teguh mengawal NKRI dan membentengi Islam ahlusunnah wal Jama'ah an-nahdliyah, kedepannya akan menghadapi rintangan yang sangat berat. Sekarang GP Ansor sedang diperhadapkan dengan satu golongan yang mempunyai amaliyah berbeda dan mempunyai tabiat mencecar, menghakimi, memfitnah, bahkan memaki siapa saja yang berbeda dengan mereka. Bahkan akhir-akhir ini GP Ansor mengalami fitnah yang sangat keji yang dialamat kan kepada GP Ansor dan kepada Gus Yaqut sendiri. Namun, fitnah ini justru menjadi girah dan kekuatan bagi GP Ansor untuk tetap terus solid dan konsisten mengawal, menjaga Bangsa, Negara, Agama dan Nahdlatul Ulama.

Semangat dan kesolidan ini merambat dari pusat hingga ke pengurus GP Ansor di tiap-tiap daerah di Indonesia, tak terkecuali pengurus GP Ansor Kotamobagu. Meskipun pengurus cabang ini terletak pada salah satu kota kecil di Sulawesi Utara, namun dengan Niat yang besar Pengurus Cabang GP Ansor  Kotamobagu tetap istiqomah dalam mengemban amanah  meneguhkan Islam Nusantara di kotamobagu bersama pengurus Nahdlatul Ulama-nya. Keteguhan ini membuahkan hasil ketika Kotamobagu masuk kedalam nominasi salah satu kota ter-toleran di Indonesia. 

Sebagai apresiasi atas keteguhan hati pengurus GP Ansor ini, maka Masyarakat Kotamobagu menolak GP Ansor. Lah kok bisa ditolak? iya bisa saja ditolak Masyarakat Kotamobagu JIKA :

  1. GP Ansor Kotamobagu tidak lagi membentengi Islam Nusantara dan Ahlu sunnah wal jama'ah An-nahdliyah.
  2. GP Ansor Kotamobagu tidak lagi setia kepada Negara dan berasaskan Pancasila.
  3. GP Ansor Kotamobagu berafiliasi dengan organisasi yang ingin merusak persatuan Indonesia.
Sekarang, apakah GP Ansor akan ditolak oleh masyarakat kotamobagu? tentu tidak. Sampai sekarang GP Ansor Kotamobagu masih setia membentengi Islam Nusantara dan Aswajah an-nahdliyah, GP Ansor Kotamobagu masih setia kepada NKRI dan masih berasaskan Pancasila, dan sampai sekarang GP Ansor Kotamobagu tidak berafilisasi dengan Organisasi perusak persatuan Indonesia. Makanya, ini adalah rahasia kenapa GP Ansor bisa diterima dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun. Sehingga jika ada yang menolak GP Ansor bisa dipastikan mereka adalah orang-orang yang menginginkan Indonesia runtuh dan menginginkan citra Islam memburuk. Tidak ada keraguan bergabung dengan Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama.



Read more...

Wednesday, February 28, 2018

WASPADAILAH GP ANSOR!

0 comments
 WASPADAILAH GP ANSOR

Waspadalah dengan mereka. Akhir-akhir ini GP Ansor dan Banser harus di waspadai. mereka tidak toleran lagi, membubarkan pengajian dan menjaga Gereja adalah arahan untuk mereka, selain dengan umat muslim mereka juga bersaudara dengan non muslim, bahkan baru-baru mereka viral karena menyanyikan Syubbhanul Wathon saat Sa'i di Makkah.

Seperti itulah bahasa-bahasa propaganda dan fitnah yang di alamatkan kepada GP Ansor dan Banser dengan tujuan untuk menjatuhkan kehormatan dan nama baik GP Ansor, Banser dan Nahdlatul Ulama di mata masyarakat. Namun kiat tersebut selalu saja gagal, semakin di fitnah GP Ansor dan Banser semakin menunjukkan keseriusannya mengawal NKRI sehingga bukan jatuh malah sebaliknya GP Ansor dan Banser semakin "manja" di mata Masyarakat kita. Ingat, Organisasi ini di doakan oleh Kyai dan Ulama.

GP Ansor lahir jauh sebelum negara ini merdeka bahkan telah ikut mewarnai sejarah perjalanan Bangsa ini. GP Ansor pernah berhadapan dengan PKI, pernah juga berhadapan dengan DI/TII dan sampai sekarang GP Ansor masih tetap berdiri kokoh mengawal dan membentengi NKRI dari rongrongan gerakan transnasional yang membahayakan keselamatan bangsa. Sehingga tidak berlebihan jika GP Ansor menyatakan diri paling Nasional karena sejarah telah membuktikan ke-loyalitas-an GP Ansor dalam menjaga bangsa.

"Ansor" sendiri merupakan nama kaum yang memberikan keselamatan pada Kaum Muhajirin dulu pada saat nabi melakukan Hijrah ke Madinah, sehingga Ansor berarti Kaum Penyelamat. Sekarang nama ini disematkan kepada salah satu Organisasi Kepemudaan dibawah naungan Nahdlatul Ulama yang tugasnya pun sama, sebagai penyelamat Bangsa, Negara dan Agama. Tugas ini adalah amanah yang akan terus dijaga dan dipertanggung jawabkan oleh kami kader GP Ansor dan hal yang paling memalukan untuk kami adalah ketika kami tidak mampu menjaga amanah itu.

Syuhada rebah, Allahu Akbar!








Read more...

Tuesday, February 27, 2018

TAUBATNYA SEORANG PEMUDA KARENA ANSOR

0 comments
TAUBATNYA SEORANG PEMUDA KARENA ANSOR
Salah satu Postingan pada Akun FB beberapa Tahun lalu

Sebuah kisah nyata dari Kotamobagu, bagaimana penulis pernah juga menjadi bodoh ketika berpikir. Beberapa tahun yang lalu penulis pernah sangat termotivasi untuk menjadi jihadis. Seperti ada sesuatu yang "Cool" atau keren dibenak penulis ketika membayangkan memegang senjata dan menempelkan bom ditubuh sendiri. Penulis merasa seperti sudah sangat berkorban untuk Agama. 

Hal ini terjadi ketika penulis menginjakkan kaki pada bangku Sekolah Menengah Atas dulu. umur muda dan cara pikir yang sempit kala itu. Penulis pernah sangat Ngefans sama Osama Bin Laden dan Abu Bakar Ba'asyir. Pemikiran seperti ini terus berlanjut sampai penulis menginjakkan kaki di bangku perkuliahan. Bahkan di laptop penulis banyak mengoleksi video bom bunuh diri oleh para Jihadis. Penulis masih ingat mereka meneriakkan Dua Kalimah Syahadat sebelum mem-bom pasar dan tempat ramai lainnya. Dihati penulis bergumam "Mati Kalian wahai Kafir". Penulis yakin Faktor didikan dan pergaulan yang melatar belakangi ini semua. Masa ini adalah masa ketika penulis mengalami proses kesalahan berpikir dalam hidup. 

Beruntung bagi penulis, pemikiran seperti ini tidak berlanjut. Saat kuliah Penulis memilih bergabung dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Penulis sangat serius untuk menimbah ilmu di Organisasi ini. Inilah awal mula penulis mengenal Ahlusunnah wal jama'ah dan Nahdlatul Ulama. Penulis mulai aktif Ngelmu perihal Nahdlatul Ulama dan Aswajah-nya. Ngelmu inilah yang menuntun penulis kepada Gerakan Pemuda Ansor. Sebuah Gerakan Pemuda yang didirikan oleh Nahdlatul Ulama dan mempunyai tugas membentengi Aqidah Ahlusunnah wal Jama'ah An-nahdliyah. Kiblat pemikiran penulis yang tadinya Sporadis dan Jihadis bergeser dan berubah menjadi Historis, Kontekstual, Tasamuh dan Moderat.  Didalam GP Ansor penulis belajar memahami sesuatu berdasarkan Asbab dan Sejarah. 

GP Ansor dan Nahdlatul Ulama, mengajarkan penulis banyak hal. Wadah ini merubah cara pandang penulis kepada mereka yang penulis anggap "Kafir" dulu dan Wadah ini juga yang mengajari penulis bagaimana bersikap kepada sesama kita umat Muslim. Kecerdasan Kyai dan Ulamanya yang disampaikan dengan teduh dan damai membuat Penulis dan Kader Ansor lainnya menjadi lebih dingin ketika memecahkan suatu masalah.  Akhirnya penulis merasa tersesat dijalan yang benar, GP Ansor adalah jalan lurus yang penulis pilih dalam bergerak dan berjuang. GP Ansor melapangkan cara pikir penulis dari cara pikir yang sempit. Tiada keraguan bergabung dengan GP Ansor, Tiada penyesalan bergabung dengan GP Ansor. Untuk itu Penulis mengajak kepada Pemuda lainnya yang belum bergabung agar mari bergabung bersama GP Ansor sebelum tersesat lebih jauh. 

Karena di GP Ansor kita bersahabat lebih dari Kerabat!

(Dani Paramata)




Read more...

TANGGUNG JAWAB POLITIK GP ANSOR

0 comments
TANGGUNG JAWAB POLITIK GP ANSOR
Dani Ikbal Mokoginta (Ketua GP Ansor Kotamobagu)

Tulisan ini akan penulis awali dengan pemaknaan pada Politik itu sendiri. Ketika mendengar kata Politik, kita langsung mengartikan Politik itu sebagai Kekuasaan dan kegiatan untuk memperebutkan Kekuasaan. Namun dalam arti luas dan dalam artian yang lebih barokah, Politik itu artinya Negara, Masyarakat atau Kebijaksanaan. Indonesia menganut sistem Politik bebas aktif yang artinya Kebijaksanaan yang diambil terhadap persoalan Bangsa tanpa memihak siapapun. Jadi, politik itu adalah sebuah kebijaksanaan yang bertujuan untuk Kemaslahatan orang banyak /Masyarakat demi tercapainya cita-cita Negara itu. Inilah Politik yang dipahami oleh GP Ansor. 

Kenapa Ansor harus berpolitik? Ada bahasa yang beredar di Internet dan Media sosial yang bunyinya kira-kira seperti ini "Jika Orang baik tidak terjun dalam dunia Politik, maka Politik akan di isi oleh orang-orang Dhalim dan tidak bertanggung jawab". GP Ansor memang bukan organisasi Politik dan bukan pula Partai Politik, namun ketika GP Ansor tidak menyatakan sikap dalam politik maka Politik akan di isi oleh mereka yang menginginkan Negara ini runtuh tanpa ada persatuan. Ingat, GP Ansor mempunyai misi dan tanggung jawab untuk mempertahankan NKRI sebagai Negara Darussalam serta tetap membentenginya dengan Aqidah Ahlusunnah wal Jama'ah An-nahdliyah, maka salah satu cara untuk mencapainya adalah terjuan dalam dunia politik itu sendiri.

GP Ansor sendiri memahami Politik adalah sebagai alat untuk memaslahatkan dan memakmurkan Umat. Karena GP Ansor sendiri meyakini bahwa Politik adalah salah satu cara dan upaya untuk menangani masalah-masalah rakyat demi terwujudnyanya Masyarakat yang berkeadilan sosial serta untuk mencegah hal-hal yang merugikan kepentingan rakyat. Intinya adalah Politik Kebangsaan karena Kemanusiaanlah yang lebih tinggi untuk dijunjung dan diperjuangkan. 

Namun untuk maksud yang baik ini, GP Ansor mempunyai tantangan yang berat. Pertama, selalu saja ada ganjalan dari golongan tua. Kedua, selalu saja ada ganjalan dari golongan-golongan yang tidak sepaham dengan GP Ansor. Namun tidak ada kata menyerah dan mundur untuk hal yang baik. Bangun Bangsamu, tetap berpegang teguh pada jalan kebenaran, Tidak Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, Mengorbankan kepentingan Pribadi demi kepentingan Umat. Sebab Tanggung Jawab Politik GP Ansor adalah untuk Bangsa, Negara, Agama dan untuk memanusiakan manusia! (Admin)


Read more...

TERNYATA INI MAKNA LAMBANG GP ANSOR

0 comments
Lambang Gerakan Pemuda Ansor
Lambang Gerakan Pemuda Ansor

Halo sahabat, kita bertemu lagi. kali iai saya akan menjelaskan makna Lambang GP Ansor berdasarkan hasil kongres ke-XIV GP Ansor tahun 2011 yang diambil dari buku hasil Konres XIV di Surabaya. Untuk lebih jelasnya mari ikuti terus artikel ini sampai selesai.

Pertama, Arti Lambang Gerakan :

  1. Segitiga garis alas berarti Tauhid, garis sisi kanan berarti Fiqih, dan garis sisi kiri berarti Tasawwuf.
  2. Segitiga sama sisi keseimbangan pelaksanaan ajaran Islam Ahlusunnah wal Jama'ah yang meliputi iman, islam dan ihsan atau ilmu tauhid, ilmu fiqih dan ilmu tasawwuf.
  3. Garis tebal sebelah luar dan tipis sebelah dalam pada sisi segitiga berarti keserasian dan keharmonisan hubungan antara pemimpin (garis tebal) dan yang dipimpin (garis tipis).
  4. Warna hijau berarti kedamaian, kebenaran dan kesejahteraan.
  5. Bulan sabit berarti kepemudaan.
  6. Sembilan bintang : (1) Satu yang besar berarti Sunnah Rasulullah. (2) Empat bintang disebelah kanan berarti Sahabat Nabi (Khulafaur Rasyidin). (3) Empat bintang sebelah kiri berarti Madzhab yang empat yakni Hanafi, Maliki, Hambali, dan Syafi'i.
  7. Tiga sinar kebawah berarti pancaran cahaya dasar-dasar agama yaitu Iman, Islam dan Ihsan yang terhujam dalam jiwa dan hati.
  8. Lima sinar keatas berarti manifestasi pelaksanaan terhadap rukun islam yang lima, khususnya sholat lima waktu.
  9. Jumlah sinar yang delapan berarti juga semangat pancaran juang dari delapan Ashabul Kahfi dalam menegakkan hak dan keadilan menentang Kebathilan dan Kedzaliman serta pengembangan Agama Allah ke delapan penjuru mata angin.
  10. Tulisan ANSOR (huruf besar ditulis tebal) berarti ketegasan sikap dan pendirian.
Kedua, Lambang yang seperti disebut diatas dipergunakan untuk pembuatan bendera, umbul-umbul, jaket, kaus, Cinderamata, Stiker dan identitas organisasi lainnya.

Ketiga, Bentuk dan cara penggunaan lambang diatur lebih lanjut dalam peraturan Rumah Tangga ini.

Keempat, Jenis lagu meliputi Mars Gerakan Pemuda Ansor dan Hymne Grakan Pemuda Ansor diatur dalam lampiran laporan organisasi.
Read more...

Monday, February 26, 2018

INILAH ALASAN KENAPA GP ANSOR DIDIRIKAN

0 comments

INILAH ALASAN KENAPA GP ANSOR DIDIRIKAN

Sebagaimana yang dikatakan oleh Instruktur Nasional Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor KH Ahmad Nadhif, NU dan Ansor beserta badan otonom NU lainnya didirikan bertujuan untuk memperjuangkan dan membentengi ajaran Ahlussunnah wal-Jama’ah (Aswaja) An-nahdliyah.

Untuk itu, kata pria yang akrab disapa Gus Nadhif, ini Ansor beserta Bansernya harus menjadi garda terdepan untuk mempertahankan dan mengembangkan ajaran Aswaja ini. “Tugas Ansor dan Banser adalah mempertahankan dan mengembangkan ajaran ini,” tandasnya.

Menurutnya, Aswaja adalah paham yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an, hadits, ijma’, dan qiyas. Dalam fiqih menganut pada mazhab yang empat, Imam Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hanbali. Juga mengikuti Al-Asy’ari dan Al-Maturidi  dalam bidang akidah. Sementara dalam bidang tasawuf mengikuti Junaid Al-Baghdadi dan Imam Ghazali.

Aswaja diikuti mayoritas umat Islam di Indonesia khususnya NU. Karena di dalamnya mempuyai beragam konsep yang jelas dan dilandasi dengan dalil-dalil yang qath’i. Adapun salah satu konsep yang terkandung dalam ajaran Aswaja yaitu, tawasuth, tasamuh, tawazun, dan amar ma’ruf nahi mungkar.

Yang dimaksud tawasuth (moderat), adalah sebuah sikap keberagamaan yang tidak terjebak terhadap hal-hal yang sifatnya ekstrim. Tasamuh, sebuah sikap keberagamaan dan kemasyarakatan yang menerima kehidupan sebagai sesuatu yang beragam. Tawazun (seimbang), adalah sebuah keseimbangan keberagamaan dan kemasyarakatan yang bersedia menghitungkan berbagai sudut pandang, dan kemudian mengambil posisi yang seimbang proporsional. “Amar ma’ruf nahi mungkar, mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran,” katanya.

Ajaran Ahlussunnah wal-Jama’ah, lanjutnya, adalah sebagai benteng akidah amaliah warga NU. Tantangan besar yang dihadapi warga NU, yaitu mewaspadai beberapa aliran yang akhir-akhir ini mulai berkembang di Indonesia. 

Artikel ini dibuat dalam rangka menyambut Diklat Terpadu Dasar (DTD) GP Ansor Kotamobagu yang rencananya akan diadakan pada bulan Maret mendatang. 
Read more...

Friday, February 23, 2018

Secara Hormat, GP Ansor Minta Jokowi Tidak Tanda Tangan atas Revisi UU MD3

0 comments


Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Pemuda Ansor (LBH GP Ansor) meminta dengan hormat kepada Presiden Republik Indonesia Jokowi agar tidak menyetujui hasil revisi Undang-Undang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Revisi UU MD3).


Pihak LBH GP Ansor berharap Jokowi tidak menandatangani hasil Revisi UU MD3 yang baru saja disahkan oleh rapat paripurna DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR Fadli Zon.



Demikian disampaikan Ketua LBH GP Ansor Abdul Qodir di Jakarta, Rabu (14/2) siang.



LBH GP Ansor menyadari bahwa meskipun suatu Rancangan Undang-Undang (RUU) tidak ditandatangani oleh Presiden dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak disetujui bersama, maka RUU tersebut sah menjadi UU dan wajib diundangkan.



Namun, kata Qodir, sikap politik Presiden untuk tidak menandatangani Revisi UU MD3 akan menjadi bukti keberpihakannya kepada rakyat.



“Sebagai catatan, dalam praktik ketatanegaraan kita, Presiden Megawati Soekarno Putri pernah menolak untuk menandatangani RUU yang akhirnya diundangkan menjadi UU Nomor 12 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara,” kata Qodir.



Sebagaimana diketahui bahwa LBH GP Ansor secara tegas menolak Revisi UU MD3. Pasalnya, di dalamnya diatur mengenai tugas Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang salah satunya adalah mengambil langkah hukum dan/atau langkah lain terhadap orang per orang, kelompok orang, atau badan hukum yang merendahkan kehormatan DPR dan anggota DPR.



Menurut Qodir, Revisi UU MD3 jelas telah membuka peluang kriminalisasi oleh parlemen terhadap rakyat Indonesia yang diwakilinya.



Untuk itu LBH GP Ansor akan membawa Revisi UU MD3 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pihak LBH GP Ansor akan mempersiapkan pengajuan permohonan pengujian undang-undang Revisi MD3 ini ke MK.



“LBH GP Ansor juga siap membela warga negara yang menjadi korban kriminalisasi Revisi UU MD3 dalam memperjuangkan keadilan,” kata Qodir.



Sebagaimana telah diketahui, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 Tentang MD3. (Red Alhafiz K dalam NU Online)
Read more...

Tuesday, February 20, 2018

GP Ansor sebagai ujung tombak perjuangan NU

0 comments


Oleh KH Said Aqil Siroj

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Gerakan Pemuda Ansor memiliki posisi penting dalam NU sejak awal kelahirnnya, tidak hanya berperan sebagai penyemaian kader-kader NU yang dinamis dan militan, tetapi juga sekaligus sebagai ujung tombak bagi perjuangan NU di semua sektor kehidupan. GP Ansor adalah masa depan NU.
Dalam situasi tantangan kebudayaan global dewasa ini NU diharapkan bisa tetap eksis, bahkan diharapkan dapat mewarnai kehidupan global dewasa ini  yang penuh persaingan dan pertikaian antara berbagai ideologi-ideologi yang ekstrem dan radikal yang mengancam ketenteraman dan kedamaian. Dilain pihak gaya hidup yang konsumtif dan penghamburan energi yang berlebihan tidak hanya membuat kerusakan lingkungan sehingga terjadi climate change (perubahan iklim) dan cuaca ekstrem dalam dekade terakhir ini, tetapi juga mengakibatkan kesenjangan sosial antara kaya dan miskin.
Di tengah munculnya ektrem ideologi, ekstrem gaya hidup, itu NU akan tetap mengambil jalan tengah (ummat wasathan), karena ini merupakan jalan Islam yang sesungguhnya, sebagaimana Firman Allah.
“Dan demikianlah aku menciptakanmu sebagai umat yang (moderat, adil), agar kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas perbuatanmu.” (QS: Al Baqarah 143).
Dalam menjalanan tugas ini tentu tidak mudah, banyak tantangan terutama dari ideologi ekstrem yang ada, maka dalam kondisi seperti ini GP Ansor NU harus tampil di garis depan perjuangan NU untuk membentengi ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah. Ajaran ahlusunnah ini berpegang teguh pada Sunnah Nabi secara, qoulan wa fi’lah wa taqriran (sabda, tindakan dan kesepakatan). Sebagai pembawa misi kenabian maka ahlussunnah selalu berpegang pada prinsip jamaah yaitu bersama dan membela kepentingan masyarakat banyak.
Dalam kondisi seperti ini maka sebenarnya Gerakan Pemuda Ansor di sini tidak terbatas hanya Ansoru Nahdlatul Ulama, tetapi lebih jauh lagi menjadi Ansorul Islam, Ansarullah dan Ansorul Wathan (Pembela Tanah Air). Ini bukan pengandaian tetapi telah diperankan GP Ansor.
Menghadapi tanggung jawab agama, negara dan bangsa ini GP Ansor NU perlu menyingsingkan lengan baju, karena hanya dengan demikian akan bisa  mengemban peran besar sebagai syuhudu hadhari (penggerak peradaban) bangsa, tetapi juga berperan sebagai syuhud tsaqafi (penggerak intelektual) dalam membangun dan menyangga bangsa ini. Komitmen NU pada bangsa ini tidak bisa ditawar, karena NU terlibat dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini sehingga ketaatan NU pada Bangsa dan negara ini bersifat mutlak. Dalam negara ini ini bukan sekadar berperan sebagai stake holder(pemangku kepentingan) yang tidak memiliki peran apapun,  sebagaimana sering disebut orang. NU turut mendirikan negara ini dengan pengorbanan harta dan nyawa, karena itu NU duduk sebagai share holder(pemilik saham) dalam NKRI ini, sehingga posisinya kuat dan memiliki tanggung jawab terhadap negara ini.
Sebagai salah satu pendiri  NKRI maka sense of belonging (rasa memiliki) NU terhadap negara ini sangat tinggi sehingga harus terus dibela dan dijaga dalam koridor empat pilar utama  yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Demikian sikap NU terhadap negara ini. Sementara terhadap pemerintah NU menggunakan pendekatan amar makruf nahi munkar, bila pemerintah berjalan sesuai dengan aturan dan aspirsi rakyat, maka NU akan mendukung penuh kebijakan pemerintah, tetapi ini bukan berarti NU berkoalisi. Karena NU bukan partai politik yang bisa melakukan koalisi dengan pemerintah. Sebaliknya bila kebijakan pemerintah tidak sesuai dengan konstitusi dan aspirasi rakyat, maka NU akan melakukan kritik, namun ini tidak berarti oposisi, NU bukan partai politik yang bisa beroposisi.
Dengan demikian sikap NU terhadap pemerintah akan lebih proporsional dan rasional tidak apriori menerima sebagimana lazimnya dilakukan oleh kelompok koaliasi. Dan tidak apriori menolak sebagaimana dilakukan kelompok oposisi. Dengan demikian diharapkan NU akan mampu menjaga keseimbang kehidupan bernegara. Dalam konteks ini Peran GP Ansor sangat diperlukan bahkan harus menjadi ujung tombak dari gerakan kultural NU dalam menjaga bangsa dan negara ini. Tanpa diminta terbukti Ansor selalu menunaikan tugas ini. Untuk mengefektifkan peran ini tentunya GP Ansor NU perlu melakukan konsolidasi dan kaderisasi secara terencana dan teratur.

Konsolidasi Organisasi

Menghadapi tugas berat baik yang dihadapi oleh NU dan negara serta bangsa ini, tentu diperlukan sebuah organisasi yang solid, sehingga bisa berjalan secara efektik. GP Ansor NU yang lahir 1934 telah berkembang luas yang memiliki cabang di seluruh penjuru tanah air. Dan memainkan peran di seluruh level perjuangan. Setiap zaman membawa tantangannya sendiri dan setiap tantangan perlu respon dan jawaban tersendiri. Karena itu bagaimanapun organisasi yang besar ini perlu terus dikonsolidasi, ditata ulang manejemen kepemimpinannya, agar mampu merespon dan mengantisipasi berbagai perkembangan yang terjadi.
Sistem kehidupan sosial di alam modern yang lebih individual dan rasionalistik dengan sendirinya telah merenggangkan ikatan-ikatan sosial tradisional. Dengan demikian juga akan mempengaruhi pola berorganaisasi.  Kerenggangan organisasi kalau dibiarkan akan melemahkan gerak organisasi. Sementara organisasi yang lamban bergerak akan sulit merespon perkembanagan yang terjadi dengan sedemikian cepat. Demikian pula derasnya arus perubahan soosial juga mempertinggi tunbtutan masyarakat, semuanya ini hanya bisa direspon dan diantisipasi oleh organisasi yang benar-benar solid.
Dari zaman ke zaman GP Ansor bisa membuktikan kemampuannya mengambil peran dalam kehidupan di negeri ini. Bahkan dalam situasi paling sulit pun Ansor bisa mengambil peran strategis. Ini tidak lain karena organisasi ini mampu menjaga keutuhan organisasi, sehingga peran-perannya masih dirasakan tidak hanya oleh umat Islam tetapi juga oleh bangsa ini. Situasi telah berubah, tantangan ke depan makin besar, sendi-sendi organisasi muai digerogoti oleh sikap apriori, sikap mementingkan diri sendiri. Agenda bagi Ansor adalah bagaiman terus menggairahkan spirit berorganisasi, spirit membela rakyat dan keutuhan bangsa. Ini arti penting konsolidasi organisasi.
Menggerakkan Kaderisasi.
Sejak awal berdirinya GP Ansor NU adalah merupakan sebuah organisasi kader, organisasi ini didirikan untuk menyiapkan kader muda yang nantinya akan berperan di NU. Bayangkan NU telah lahir sebelum negara Indonesia ini ada, dan sekarang masih tetapi ada tidak kurang sedikit apapun bahkan semakin besar, sementara banyak organisasi seusia yang sudah tiada. Rahasia NU sebagai organisasi yang mamapu bertahan melewatan berbagai zaman yang kini berusia 85 tahun tidak lain salah satunya karena tertibnya NU dalam melaksanakan kaderisai, yang salah satunya dilaksanakan oleh GP Ansor.
Keberlangsungan organisasi selain ditunjang oleh adanya ajaran yang selalu relevan juga ditunjang oleh adanya sistem kaderisai yang runtut. Tanpa adanya kaderisasi tidak mungkin dilakukan regenerasi secara sempurna, sementara organisai tanpa regenerasi akan mengalami kejumudan dan stagnasi. Dari situ banyak organisqsiyang laahair kemudian pada berguguran. Kepentingan pragmatis dan jangka pendek, selalu mengabaikan program kaderisasi, karena kaderisai diangap sebagai sesuatu yang mahal dan tidak jelas hasilnya. Memang kaderisasi adalah human invesment (investasi kemanusiaan) jangka panjang, maka hanya pemimpin yang visoner saja yang peduli pada kaderisasi ini.
Kaderisasi ini terbukti tidak hanya dikhususkan untuk NU tetapi lebih luas lagi sebagai kader bangsa, terbukti banyak kader GP Ansor ayang berkiprah di berbagai lembaga-lembaga strategis, baik di pemerintahan, di organisasi kemasyarakat, di partai politik, di perguruan tinggi, di lembaga profesi, ketentaraan dan lain sebagainya. Dengan demikian menjalankan kaderisasi juga merupakan investasi besar dan sekaligus peran penting dalam membangun bangsa dan negara ini secara keseluruhan. Mengingat sangat variatifnya anggota GP Ansor, maka kaderisai mesti dilakukan secara multi disiplin dan perlu diutamakan  pengembangan masing-masing  talenta dari anggota, agar diseminasi atau penyebaran kader GP Ansor semakin meluas, sehingga perannya juga semakin besar.
Kaderisiasi yang teratur dan berwawasan ini eengan sendirinya akan melahirkan kepemimpinan yang visioner yang mampu membuka cakrawala organisiai dan cakap dalam mengelola organisasi dalam kondisi apapun, sehingga mampu mengemban amanat organisasi yang tidak lain adalah amanat agama dan amanat bangsa. Pemimpin yang mampu memegang amanah itulah yanga sangat diharapkan perannya dalam organisasi sebesar GP Ansor ini.
Waallahul muwafiq ila aqwamith thariq.
Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh


Disampaikan dalam pembukaan Kongres Ke XIV GP Ansor NU di Surabaya, 13 Januari 2011
Read more...